Sharing Pengalaman Pakai Helm Double Visor, Ternyata Ini Kelemahannya
Cari Berita

Advertisement

Sharing Pengalaman Pakai Helm Double Visor, Ternyata Ini Kelemahannya

Jundi Alfaruqi
Sabtu, 24 November 2018

Pada postingan sebelumnya saya udah sharing tentang cara melepas visor Arai RX-7X, kali ini saya mau sharing sedikit tentang pengalaman saya selama 2tahun pakai helm double visor.

Sharing Pengalaman Pakai Helm Double Visor

Namun sebelum itu saya mau sharing juga apa itu double visor dan apa fungsi sebenarnya dari fitur ini.

Double visor adalah visor kedua (tambahan) yang berfungsi sebagai anti silau. 

Biasanya kalau ridding siang hari pakai kaca clear itu pasti sinar matahari langsung kena mata dan bikin mata kita silau. Jadi dengan double visor ini maka masalah tersebut bisa teratasi.

BACA JUGA: Kupas Tuntas Spesifikasi dan Harga Helm Full Face KYT R10

Bentuk, Warna dan Jenis Double Visor

Double visor itu bentuknya lebih kecil dari visor utama helm dan bentuknya persis seperti kaca mata dan dia hanya menutupi bagian mata, tidak sampai ke bawah. Dan biasanya double visor itu warnanya smoke (gelap).

double visor di luar vs double visor di dalam
kiri double visor di luar, kanan double visor di dalam

Double visor sendiri ada dua versi, ada versi in (dalam) dan ada versi out (luar). Kalau versi di dalam biasanya helm tersebut dilengkapi dengan quick visor change atau tombol buat naik turunin kaca double visornya secara otomatis.

Sedangkan yang versi di luar, biasanya untuk menurunkan atau menaikkan kaca double visornya itu manual tidak ada tombol seperti versi helm double visor yang double visornya di dalam.

Helm yang memiliki double visor di dalam itu seperti helm KYT Galaxy Slide, Agv Corsa R, GM Interceptor, Zeus ZS-813, dll. Untuk double visor yang di luar contohnya seperti KYT 2 Vision, dll

Dan kali ini helm double visor yang mau saya bahas itu adalah yang pakai double visornya di dalam.

Kenapa Saya Pilih Helm Double Visor?

Sebenarnya saya dari awal nggak suka dengan helm double visor, karena sehari-hari saya pakai helm pasti selalu pakai kaca gelap warna rainbow atau mirror visor. Ini juga karena di pekanbaru itu panas banget sob, apalagi saya makai helm itu seringnya siang. Jadinya buat saya pribadi, fitur double visor ini nggak efektif.

Singkat cerita kenapa akhirnya saya pilih helm double visor ini adalah karena kebetulan model helmnya bikin saya jatuh hati. Modelnya itu simple dan cocok dengan kepala saya. Namanya manusia kalau udah jatuh hati itu susah berpaling ke yang lain.

Akhirnya karena sudah suka sama modelnya, saya ambil helm dengan double visor ini. Tapi waktu itu visor utamanya langsung saya ganti dengan visor rainbow, alhasil double visornya nggak pernah saya gunakan.

Oia, saya belum sebutin merk helmnya apa, jadi merk nya itu KYT 2 Vista warna solid black. Waktu itu harganya sekitar 340Ribuan sob,

Kok mahal? iya emang mahal, di pekanbaru, harga helm emang mahal-mahal, jauh beda sama di daerah jawa sana.

Jadi pengalaman saya menggunakan helm dengan double visor ini bisa dibilang mengecewakan sob, kenapa? Karena fitur ini justru malah bikin helm jadi kurang nyaman dan juga keamanannya pun jadi berkurang.

BACA JUGA: Adu Spesifikasi KYT Galaxy VS NHK R1, Bagus yang Mana?

Kenapa saya berani bilang begitu? Karena ini fakta yang memang saya alami sendiri saat menggunakan helm double visor ini.

Alasan yang membuat saya kecewa dengan helm double visor ini ada beberapa hal di antaranya

Yang pertama adalah Safety jadi berkurang, Helm yang tidak pakai double visor itu gabus styrofoamnya tebal dan rapat, sementara kalau ada double visor maka gabus ini otomatis jadi lebih tipis dan akan ada celah antara gabus dengan outer shell yang digunakan sebagai tempat double visor.

Untuk melihat perbedaannya coba sobat bandingkan sendiri bagian gabus helm double visor dengan helm single visor. Disana sobat bakal melihat dan bisa menilai sendiri perbedaannya.

Kemudian dengan adanya celah tersebut, kenyamanan saat mengenakan helm pun jadi ikut berkurang karena gabus styrofoam yang tidak rapat karena ada celah tersebut justru bikin si gabus jadi goyang saat dipakai.

Jika helm tersebut masih baru sih emang tidak goyang, tapi sebenarnya itu hanya ditempel dengan lem agar si gabus tidak goyang, kalau lem sudah terbuka, otomatis gabusnya pasti bakalan goyang.

Gabus helm yang goyang sudah pasti bikin nggak nyaman sob, apalagi untuk perjalanan jauh, angin yang kenceng bikin batok helm terangkat keatas. Saat buka tutup visor utama pun jadi ikut terganggu karena outer shell helm ikut terangkat ke atas saat kaca dibuka dan ikut turun ke bawah saat kaca di turunkan.

BACA JUGA: Review Helm Balap Arai RX-7X Untuk Harian, Beserta Plus dan Minusnya

penghubung tombol pengganti double visor patah

Kekecewaan saya yang kedua adalah ketika pengait atau sangkutan double visor rusak, patah dan lain sebagainya, double visorya jadi longgar dan turun-turun sendiri, dan ini ngeganggu banget sob.

Terus solusinya gimana? 

terpaksa helmnya saya bongkar sendiri untuk ngelepasin double visornya.

Ditambah lagi untuk ngelepasin double visor helm itu ternyata nggak mudah. Terutama pada saat melepas gabus styrofoamnya. Karena Double visor yang rusak itu mepet dengan gabus, jadi pas saya coba melepaskan gabusnya malahan gabus itu tersangkut dengan double visor.

Walaupun susah, double visor yang udah rusak ini tetap harus dilepas karna udah ngeganggu pandangan banget apalagi visor utama yang saya pake itu visor warna gelap pulak.

Bentuk kaca double visor KYT 2 Vista yang sudah dilepas

Tidak sampai disitu, Kekecewaan saya pun bertambah setelah double visor di lepas, ini karena penampakan celah bekas double visor setelah di lepas ternyata malah makin kelihatan lebar. Saking lebarnya sampai pena pun bisa masuk ke dalam sob.



Akhirnya double visor tetap saya lepas walaupun pada akhirnya celah yang gede itu bikin helm jadi terlihat aneh dan tidak nyaman.

Saya tidak mengatkan bahwa hanya helm KYT yang seperti ini, hampir semua helm dengan double visor pasti akan mengalami hal serupa cepat atau lambat. Dan harapan saya, KYT sebagai salah satu helm lokal favorit saya dapat mengatasi permasalahan ini dan menjadikan ini sebagai PR dalam pengembangan helm double visor selanjutnya agar lebih baik.

Jadi itulah pengalaman saya selama memakai helm Double Visor, buat teman-teman yang punya pengalaman tentang helm double visor bisa tulis komen di kolom kementar yang di bawah ya.

BACA JUGA: Jangan Cuma Tau Nama, Ketahui Juga Arti Kata Sunmori dan Satmori