,

28 Bagian-bagian Pada Helm Lengkap, Nama dan Fungsinya

Jundi Alfaruqi
8 Sep 2017, 10:55 WIB Last Updated 2021-12-22T16:00:23Z
Nama Bagian-bagian helm
Bagian-bagian pada helm


Helm adalah salah satu perlengkapan keselamatan bagi pengendara sepeda motor yang berfungsi sebagai alat pelindung kepala sekaligus juga sebagai penunjang penampilan saat berkendara. Tata tertib lalu lintas di Indonesia sendiri mengatur bahwa penggunaan helm untuk sepeda motor hukumnya adalah wajib. Hal ini telah di atur di dalam Undang-Undang dasar negara kesatuan republik Indonesia.


Sebelum kita membahas nama bagian-bagian pada helm, hal yang tak kalah penting untuk kita ketahui bahwa, helm sepeda motor yang sering kita lihat di jalan atau di toko-toko helm, berdasarkan jenisnya terbagi menjadi tiga jenis yakni full face, open face, dan half face. 


Ketiga jenis helm tersebut dapat kita bedakan dengan mudah, salah satunya adalah dengan cara melihat dari bentuk fisik nya. Namun selain dari bentuk fisik, tiga jenis helm tersebut juga bisa dibedakan dari bagian atau komponennya. Misalkan, pada helm jenis full face dan jenis open face, ada bagian-bagian tertentu yang dimiliki oleh helm jenis full face namun tidak dimiliki oleh helm jenis open face dan begitu pula sebaliknya. Apa saja komponen atau bagian tersebut? nanti akan kami jelas satu persatu. 


Untuk itu kita perlu mengenali nama bagian pada helm, selain untuk mengenali jenis helm, sekaligus juga untuk menambah wawasan baru mengenai helm itu sendiri. Bukan hanya sekedar pakai, tetapi juga paham apa saja bagian atau komponen yang terdapat pada sebuah helm baik itu namanya ataupun fungsinya.


KOMPONEN-KOMPONEN HELM FULL FACE


Helm full face adalah helm yang menutup seluruh bagian kepala. Helm full face memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan helm-helm jenis lain karena helm full face memiliki pelindung dagu atau mulut, yang dalam istilah helm, bagian ini disebut dengan nama chin bar.


Helm apa saja yang bisa di kategorikan sebagai helm full face? yakni seluruh helm yang memiliki pelindung dagu atau chinbar seperti helm full face biasa, full face race, helm flip up (modular), helm motocross, helm supermoto, helm klasik full face dan helm-helm full face lainnya. 


Semua helm pasti memiliki komponen, mulai dari komponen yang paling kecil hingga komponen yang paling besar. Dan setiap komponen tersebut memiliki fungsi masing-masing yang berguna untuk pengguna helm. Lalu, apa saja komponen atau bagian yang terdapat pada helm full face? Berikut ulasannya


Komponen helm
Bagian-bagian helm


Helm full face secara umum terdiri dari 22 bagian komponen yakni:


 No.  Nama
 1  Ventilasi Atas (Top Vent)
 2  Batok Helm (Shell)
 3  Air Spoiler
 4  Rachet (Kuping / Dudukan Kaca)
 5  Kaca Helm
 6  Batang Dagu (Chin Bar)
 7  Karet List Helm
 8  Logo dan Merk (Bagian Depan)
 9  Nose Guard / Pelindung Hidung
 10  Ventilasi Mulut (Chin Vent)
 11  Ventilasi Pembuangan (Air Extractor)
 12  Logo dan Merk Bagian Belakang
 13  Ventilasi Pembuangan (Air Extractor)
 14  DOT (sertifikasi helm)
 15  Label Ukuran
 16  Busa Pipi (Cheek Pad)
 17  Kain Atas (Crown Pad)
 18  Teli Helm (Chin Strap)
 19  Busa Leher (Neck Roll)
 20  Inner Chin Guard
 21  EPS atau styrofoam
 22  Chin Curtain


Komponen helm


VENTILASI ATAS ATAU TOP VENT


Ventilasi adalah tempat sirkulasi udara, pada helm sepeda motor terdapat beberapa ventilasi, salah satunya adalah top vent atau ventilasi atas. Ventilasi atas pada helm berperan sebagai lubang input atau tempat masuknya udara. 


Ventilasi udara sangat dibutuhkan, selain untuk membuat helm menjadi sejuk ketika dipakai, ventilasi udara juga ikut berperan dalam menjaga kelembaban interior, terutama busa helm. Kelembaban udara yang terjaga dengan baik dapat mencegah dari kuman bakteri penyebab penyakit.


Ventilasi udara pada helm ada yang dilengkapi dengan cover atau penutup yang adjustable, sehingga pengguna dapat mengatur penggunaannya. Selain itu, ventilasi udara yang dilengkapi dengan penutup juga dapat mencegah air hujan merembes masuk ke dalam lubang ventilasi.


Memang tidak ada aturan yang mengatur berapa minimal jumlah lubang ventilasi udara pada helm, namun idealnya terdapat dua buah ventilasi dimana, satu sebagai lubang angin dan satu lagi sebagai lubang keluaran (air extractor).


Komponen helm


BATOK HELM ATAU OUTER SHELL


Setiap helm sudah pasti memiliki yang namanya batok atau shell. Batok adalah bagian terluar dari helm yang berfungsi sebagai pelindung utama. Pada sebuah helm, bagian batok merupakan bagian yang memiliki peran sangat penting. 


Karena bagian batok adalah bagian yang pertama sekali berinteraksi dengan benda-benda yang ada di luar dan juga bagian yang pertama kali terbentur jika terjadi benturan, maka kualitasnya harus betul-betul diperhatikan.


Berbicara soal kualitas batok, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yang pertama adalah bentuk batok dan yang kedua adalah jenis materialnya. Bentuk batok helm berdasarkan jenis ukurannya ada dua yakni, asian fit dan euro fit. 


Apa itu asian fit dan euro fit? Jadi, pada dasarnya bentuk lingkar kepala manusia itu berbeda-beda, ada yang bentuknya Oval (hampir bulat) dan ada yang Long Oval (lonjong). Produsen helm tentu membuat helm berdasarkan bentuk dari lingkar kepala tersebut.


komponen helm


Asian Fit adalah helm untuk kepala orang asia yang hampir seluruhnya atau rata-rata memiliki lingkar kepala oval atau membulat. Sedangkan helm dengan ukuran Euro Fit memiliki bentuk batok yang lonjong (long oval) yang cocok dengan lingkar kepala orang eropa.


Jadi, jika diperhatikan secara bentuk fisiknya, helm tipe asian fit memiliki bentuk batok yang lebih membulat dan lebar, sedangkan tipe euro fit memiliki bentuk batok helm yang melonjong dan tirus.


Namun kita tidak usah bingung untuk membedakan keduanya karena pada setiap helm sudah tertulis keterangan apakah asian fit atau euro fit. Kita juga tidak perlu khawatir, karena jika kita membeli helm di negara Asia apalagi di Indonesia, sudah pasti ukurannya asian fit.


Kecuali jika kita membeli helm dari atau di luar negeri, khususnya di negara-negara Eropa maka, memilih tipe ukuran asian fit dan euro fit perlu perhatikan.


Hal kedua yang perlu diperhatikan mengenai kualitas batok helm adalah jenis materialnya. Secara umum ada 6 jenis meterial yang sering dipakai untuk batok helm yakni, ABS, Advanced Thermoplastic, Fiber glass, Kevlar, Polycarbonate dan Carbon.


Komponen helm


BACA : 3 Jenis Bahan Dasar Pembuatan Cangkang Helm Beserta Tingkat Kekuatannya


Kami tidak akan membahas material tersebut satu persatu, namun keempat jenis material helm ini memiliki kualitas, kekuatan, bobot, dan juga harga yang berbeda-beda. Jika ditanya material mana yang paling bagus, sudah pasti jenis carbon.


Untuk standarnya sendiri, helm dengan material ABS dan thermoplastic sudah cukup bagus untuk helm penggunaan harian. Rata-rata helm di Indonesia pun memakai material ABS dan thermoplastic. Selain aman, harganya juga lebih terjangkau.


Ada satu hal lagi yang masih berkaitan dengan batok, yakni ukuran batok. Ukuran batok maksudnya adalah batok yang diproduksi lebih dari satu ukuran. Jadi antara helm dengan ukuran M dan L bukan hanya beda ukuran busa, tetapi ukuran batok juga berbeda. 


Tidak semua helm lokal memiliki ukuran batok, kebanyakan hanya memiliki ukuran busa saja. Biasanya harga helm yang memiliki ukuran batok jadi lebih mahal, karena menambah beban biaya produksi.


Komponen helm


AIR SPOILER


Air spoiler atau yang lebih akrab disebut dengan spoiler, adalah sebuah benda berbentuk seperti sayap, yang berfungsi untuk meningkatkan aerodinamika. Kehadiran spoiler pada helm sangatlah penting terutama untuk helm yang dipakai balapan.


Pada saat balapan atau saat berkendara dengan kecepatan tinggi sekitar 250km/jam atau lebih, tekanan udara menjadi semakin kuat, helm akan terasa semakin berat, dan otomatis akan berdampak pada kenyamanan khususnya bagian leher yang menopang helm, membuat leher cepat pegal dan lelah.


Disinilah peran spoiler dibutuhkan, yakni untuk meningkatkan aeordinamika, spoiler akan membuat gaya angkat lebih kecil dan mengurangi turbulensi di bagian belakang. Otomatis beban yang harus disangga oleh leher pun berkurang dan helm jadi nyaman untuk digunakan.


Jenis spoiler jika dilihat dari pemasangannya pada helm terbagi menjadi tiga yakni:


  1. Spoiler Tempel : Jenis yang satu ini adalah spoiler yang paling banyak digunakan. Selain praktis dalam pemasagannya yang hanya membutuhkan double tape, spoiler model tempel tidak akan merusak struktur helm. Namun kekurangannya, perlu lem double tape yang bagus dan kuat untuk memasitkan spoiler tidak lepas saat helm dipakai.
  2. Spoiler Baut : Spoiler yang satu ini membutuhkan sedikit modifikasi untuk pemasangannya. Helm dilubangi menggunakan bor untuk meletakkan baut spoiler. Cara ini memang membuat spoiler terpasang kuat, namun memodifikasi helm dengan cara dibor seperti ini dapat merusak struktur helm yang tadi sudah bagus menjadi tidak aman.
  3. Spoiler Pabrikan : Helm yang sejak awal memang sudah di desain menggunakan spoiler bawaan pabrik. Spoiler pabrikan sudah dirancang dengan baik dan sudah disesuaikan dengan helm sehingga tidak merusak struktur helm.


Komponen helm


RACHET ATAU KUPING HELM


Jika anda pengguna helm dengan kaca yang sudah mengunakan sistem quick visor release, pasti sudah tak asing lagi dengan bagian helm yang satu ini yakni rachet. Rachet adalah benda yang bentuknya menyerupai kuping yang berfungsi sebagai dudukan kaca.


Selain mengunci kaca agar tidak lepas ketika digunakan, rachet juga membuat mekanisme yang disebut multi step visor mechanism, atau kaca yang bisa diatur apakah ingin dibuka 1/4, 1/3, atau 1/2 bagian, tergantung jumlah roda gigi yang ada di rachet.


Cara kerja rachet adalah kaca pada helm diberi penyangkut yang sudah disesuikan dengan rachet, lalu di rachet terdapat tuas untuk membuka dan menutup. Untuk melepas kaca, arahkah tuas ke posisi membuka dan sebaliknya. Biasanya tuas pada rachet dilengkapi dengan per, sehingga setelah kaca sudah menempati posisi yang pas, lepaskan, maka tuas akan mengunci secara otomatis.


Komponen helm


KACA ATAU VISOR HELM


Visor atau kaca merupakan salah satu komponen helm yang berfungsi sebagai pelindung wajah. Visor sangat berguna untuk melindungi mata dari debu, kotoran, air, dan benda-benda yang dapat mencederai mata. Selain itu visor dengan warna gelap dapat melindungi dari silau matahari sehingga pandangan menjadi nyaman selama berkendara. 


Visor helm harus terbuat dari bahan yang bagus, oleh sebab itu material yang sering dipakai untuk visor helm adalah polycarbonate, sejenis material plastik yang memiliki banyak kelebihan, tahan terhadap benturan, tidak mudah pecah dan aman digunakan.


Sistem lepas pasang visor helm ada yang praktis dan ada yang membutuhkan alat tambahan. Nama fitur sistem visor yang mudah dilepas pasang di kenal dengan istilah quick visor release, visor dapat dilepas pasang dari helm hanya dengan tangan kosong. Sedangkan model lainnya, menggunakan sistem baut yang membutuh alat tambahan seperti obeng misalnya.


Pada visor helm ada istilah yang dikenal dengan optic class 1. Yaitu ketika melihat objek dari dalam visor jarak objek persis seperti aslinya, seperti kita melihat langsung tanpa visor. Cara sederhana untuk mengetes apakah visor yang kita pakai adalah jenis kaca optic class 1, letakkan sebuah benda di atas meja, lihatlah objek tersebut dari balik kaca helm, jika posisi objek yang kita lihat di depan visor tidak berubah bentuk, menjauh atau mendekat, berarti visor tersebut sudah memakai kaca optic class 1. Dalam ilmu fisika, istilah ini disebut dengan distorsi, perubahan bentuk pada benda yang tidak diinginkan. 


Istilah Kelas 1 berasal dari standar Eropa, di mana kualitas optik dinilai dalam tiga kelas dari 1 sampai 3. Dengan kelas 1 sebagai yang terbaik dan cocok untuk penggunaan jangka panjang.


Komponen helm


BACA : Hal yang Harus diperhatikan Sebelum Memasang Tear Off di Helm Harian


Sementara itu berdasarkan jenis secara umum, visor helm yang sering digunakan terbagi menjadi 4 yakni:


  1. Visor Datar : Visor yang permukaannya datar. Sering disebut juga dengan nama flat visor. Kelebihan visor ini lebih keren karena banyak digunakan di helm balap. Selain itu juga bisa dipasangkan tear off. 
  2. Visor Cembung : Kebalikan dari visor datar, visor ini banyak dipakai di helm standar dan harganya pun lebih murah dibanding visor datar. 
  3. Kacamata Goggle : Bentuknya seperti kacamata, biasa dipakai untuk helm motocross. 
  4. Goggle Mask : Atau topeng, Goggle mask banyak dipadukan dengan helm retro.


komponen helm


BACA: Cara Merawat dan Membersihkan Visor Iridium Yang Baik dan Benar


Selain jenis, visor helm juga memiliki beberapa warna yaitu :


  1. Clear : warna visor putih transparan, cocok untuk malam hari namun tidak ramah untuk penggunaan di siang hari.
  2. Smoke : visor dengan tingkat kegelapan mencapai 50-60%. Masih cukup aman dipakai malam hari. 
  3. Dark Smoke : warna visor lebih hitam dan gelap, tidak tembus jika dilihat dari luar. Tingkat kegelapan nya bisa mencapai 100%
  4. Iridium : Dasarnya sama dengan visor dark smoke, smoke dan clear, namun di beri lapisan berwarna. Warna visor Iridium bervariasi, biru, silver, gold, rainbow. Tingkat kegelapan kaca mencapai 100%. Sangat berbahaya dan tidak disarankan pemakaian visor Iridium di malam hari. 


komponen helm


BATANG DAGU ATAU CHIN BAR


Chin Bar adalah bagian penutup dagu pada helm full face yang berfungsi sebagai pelindung dagu dan mulut. Bagian ini hanya terdapat di helm full face, sekaligus juga merupakan pembeda antara helm full face dan helm open face atau jenis helm-helm lainnya. 


Helm dengan chin bar memiliki keamanan lebih baik dari helm lainnya karena bagian yang terlindungi mencakup seluruh kepala termasuk dagu dan mulut. Namun, kekurangannya adalah bobotnya yang lebih berat, harga lebih mahal dan pandangan jadi terbatas.


Selain itu, pengap dan panas juga menjadi salah satu kekurangan helm full face, tapi untuk mengatasi masalah ini, helm-helm full face sekarang sudah dilengkapi dengan lubang angin atau biasa disebut dengan chin vent.


Komponen helm


KARET LIST HELM


Fungsi Karet list pada helm selain mempercantik tampilan, juga berfungsi sebagai pengaman. Bagian pinggir helm yang keras terasa tidak nyaman saat disentuh, fungsi karet list ini agar bagian pinggir helm yang terlihat tidak bagus tersebut bisa ditutupi dengan karet ini. 


Agar tidak mudah lepas, karet list ditempel pada bagian pinggir helm dengan cairan lem khusus. Jika karet list helm anda lepas dan anda ingin memperbaikinya namun bingung menempelkannya dengan cairan lem apa yang kuat, anda bisa menggunakan lem putih atau lem setan, caranya :


  1. Bersihkan permukaan helm yang ingin dipasang karet list terlebih dahulu
  2. Tuangkan cairan lem putih bertahap, sedikit demi sedikit hingga seluruh karet list terpasang


NOTE : Hati-hati saat menuangkan cairan lem ke helm saat ingin memasang karet list, jangan menuangkan cairan secara banyak sekaligus, ini bisa menyebabkan lem merembes kebagian lain yang dapat menyebabkan kerusakan komponen pada helm seperti busa, styrofoam dan komponen lainnya. 


komponen helm


LOGO DAN MERK (BAGIAN DEPAN)


Semua helm pasti mempunyai merk. Biasanya merk atau logo tersebut ditempelkan pada permukaan helm salah posisi idealnya ada di bagian kening / jidat helm. Merk helm ada yang ditulis dalam 2-3 huruf, contohnya KYT, NHK, GM, INK, MDS, LS2 dan ada Juga ditulis dalam 1 kata, contohnya merk Ruroc, Kabuto, SHOEI, dan lain-lain.


Merk atau logo pada helm berfungsi sebagai identitas atau tanda pengenal darimana produk helm tersebut berasal yang bersangkutan dengan produsennya. Misalnya seperti merk KYT, merk helm asal Indonesia milik perusahaan Tarakusuma Indah.


Merk menjadi hal yang sering jadi pertimbangan orang dalam memilih produk termasuk helm, tak jarang orang melihat merk nya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli produknya. Oleh sebab itu para produsen sebisa mungkin membangun merk mereka agar dikenal banyak orang, bisa lewat iklan, dari review yang orang baca melalui internet atau dari mulut kemulut, dan lain-lain.


komponen helm
Logo dan Merk


Untuk helm sendiri mungkin hampir jarang kita melihat iklannya di televisi, kebanyakan mereka beriklan melalui internet, memakai jasa youtuber untuk mereview helm mereka, atau menjadi sponsor di ajang otomotif seperti yang dilakukan KYT dan NHK dengan menjadi sponsor para pembalap MotoGP, Moto2 dan ajang otomotif lainnya.


Pameran dan event juga menjadi ajang para produsen helm dalam memasarkan produk mereka, salah satu event pameran helm yang paling rutin dilakukan salah satunya adalah Jakarta Helmet Exhibition yang diselenggarakan setiap satu kali dalam setahun.


Komponen helm


NOSE GUARD


Nose Guard artinya adalah pelindung hidung. Nose guard berfungsi untuk mencegah embun atau kabut pada visor yang disebabkan oleh nafas yang dikeluarkan dari hidung. Pada saat hujan atau cuaca sedang dingin, visor helm bisa berembun dan akan sangat berbahaya bila dibiarkan, karena dapat mengganggu pandangan saat berkendara.


Peran nose guard sebagai pelindung hidung bertugas untuk menghalau nafas agar mencegah visor berembun atau berkabut. Namun sayangnya fungsi nose guard dibeberapa helm tidak berjalan sesuai fungsinya dan banyak yang lebih memilih memakai lensa antifog untuk mengatasi masalah embun ini.


Tipe nose guard sendiri ada yang bisa dilepas pasang atau removable, jadi apabila kotor, bisa dibersihkan dengan mudah. Beberapa seri helm dari merk-merk terkenal menyediakan spare part nose guard untuk mereka yang nose guard helmnya sudah rusak dan harus diganti. Soal harga, tergantung dari merk yang dipilih.


Sebutan lain nose guard adalah breath guard.


komponen helm


VENTILASI DAGU ATAU CHIN VENT


Selain berfungsi sebagai lubang ventilasi udara, chin vent atau ventilasi mulut juga berguna untuk mencegah visor helm berembun. Udara dialirkan ke dalam helm melalui lubang pada ventilasi mulut. Untuk keamanan biasanya terdapat jaring pada lubang ini untuk mencegah benda seperti kerikil atau serangga masuk ke dalam helm.


Beberapa produsen helm merancang chin vent dilengkapi cover atau penutup, tujuannya agar kita dapat mengatur lubang udara sehingga lebih adjustable dan aman. Lubang ventilasi mulut hanya untuk helm full face yaitu helm yang memiliki chin bar.


Teknologi cover penutup helm cukup beragam, ada yang memakai sistem buka tutup manual, ada juga yang bisa dibuka tutup menggunakan tombol otomatis yang bisa di geser ke bawah dan ke atas. Biasanya tombol ini diletakkan pada bagian dalam mulut bertempelan dengan inner chin guard. (penjelasan bagian inner chin guard akan di jelaskan di sub selanjutnya).


komponen helm


VENTILASI PEMBUANGAN (AIR EXTRACTOR) BAGIAN ATAS


Selain ventilasi udara untuk masuknya udara, helm juga memiliki ventilasi keluaran atau pembuangan. 


Ventilasi pembuangan udara disebut juga air extractors, biasanya berjumlah lebih dari satu buah. Dalam mengatur sirkulasi udara pada helm, air extractor berperan sebagai lubang udara untuk pembangunan.


Untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan selama memakai helm, sirkulasi udara pada helm perlu dijaga. Sistem sirkulasi udara yang berjalan baik akan menjaga kelembaban dan mencegah helm dari kemungkinan bersarangnya kuman dan bakteri.


Selain itu untuk menjaga kebersihan helm lebih maksimal juga perlu didukung dengan merawat bagian interior, salah satunya dengan membersihkan bagian busa dan kain secara rutin. Helm yang terjaga kebersihannya pasti bakal lebih nyaman digunakan.


Komponen helm


LOGO DAN MERK HELM (BELAKANG)


Fungsi dan pengertian logo dan merk helm (belakang), sama seperti penjelasan pada poin bagian logo dan merk helm (DEPAN). Perbedaannya hanya pada posisi peletakannya pada helm. 


Komponen helm


VENTILASI PEMBUANGAN (AIR EXTRACTOR) BAGIAN BAWAH


Fungsi dan pengertian ventilasi pembuangan bagian bawah, sama seperti penjelasan pada poin bagian ventilasi pembuangan bagian atas. Perbedaannya terletak pada posisinya saja.


Komponen helm


DOT (SERTIFIKASI STANDAR HELM)


Sebelum helm dijual ke pasaran, kualitas helm harus diuji terlebih dahulu. Pengujian helm dilakukan oleh badan khusus yang dibentuk oleh pemerintah ataupun non pemerintah (independen).


Setiap negara punya badan yang bertugas untuk pengujian helm, makanya standar helm bisa ada banyak, karena setiap negara masing-masing punya standar sendiri. Di Indonesia contohnya, standar helm yang dipakai di Indonesia haruslah berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia).


SNI dikeluarkan oleh badan yang disebut BSNi (Badan Standar Nasional Indonesia). Badan milik pemerintah yang dibiayai oleh negara.


Helm yang ingin mendapatkan standar SNI akan diuji terlebih dahulu, mulai dari melengkapi berkas yang diperlukan hingga tahap pengujian. Dalam pengujian SNI, helm akan diuji dengan berbagai tes yang telah ditetapkan. Maksud dan tujuan dari pengujian dan tes ini adalah untuk melihat kualitas helm tersebut apakah aman dan layak digunakan di jalan raya.


BACA : Perbedaan Standar helm SNI, DOT, SNELL, dan ECE 22.05


Tahap pengujian tentunya di lakukan oleh pihak BSNI, setelah dinyatakan lolos, maka helm tersebut barulah bisa dipasarkan. Jika tidak, maka helm harus diubah dan diperbaiki lagi, lalu kemudian dilakukan tes ulang dari tahap awal, sampai hasilnya dinyatakan lolos. 


Ada banyak tes yang harus dilewati, salah satunya ada tes kekuatan helm dijatuhkan dari ketinggian, tes kekuatan tali helm, bahkan tes yang cukup ekstrim seperti dibakar. 


Berikut adalah beberapa nama-nama standar helm dari berbagai negara dan dunia:


 Standar  Negara
 DOT  AMERIKA SERIKAT
 ECE 22.05  EROPA
 NBR 7471  BRAZIL
 CNS  TAIWAN
 AS 1698-2006  AUSTRALIA
 SG / JIS  JEPANG
 NZ 5430  NEW ZEALAND
 KS G 7001  KOREA
 SIRIM  MALAYSIA
 TIS  THAILAND
 IS 4151  INDIA
 SNI  INDONESIA
 PSB  SINGAPORE
 CSA CAN3 - D230 -M85  CANADA


Nama-nama standar helm non pemerintah (independen) dunia:


 Standar  Negara
 SNELL  AMERIKA SERIKAT
 SHARP  UK
 ACU GOLD  UK
 BSI  UK
 FIM  EROPA (Standar helm balap kelas dunia)


Komponen helm


STIKER LABEL UKURAN HELM


Label ukuran yang disertakan pada helm bertujuan untuk mempermudah kita sebagai konsumen saat memilih ukuran. Biasanya label ukuran tertulis dibagian bawah belakang yang ditempel menggunakan stiker. yang namanya stiker pasti bisa dilepas, Jadi jika anda tidak suka dengan label ukuran, anda dapat membuangnya. 


Label ukuran menjelas ukuran dari helm tersebut. Selain di tempel di belakang, keterengan ukuran dapat juga kita lihat di bagian dalam pada crown pad atau pada stiker pelindung visor. 


Sebelum membeli helm yang kita inginkan, tentunya kita harus tau terlebih dahulu ukuran yang biasa kita gunakan. Salah memilih ukuran dapat berakibat helm terasa longgar atau terlalu sempit sehingga tidak nyaman digunakan.


Helm standar terdiri dari ukuran S paling kecil sampai XL paling besar. Beberapa helm ada yang tidak memiliki ukuran alias All Size. Pada saat membeli helm dengan ukuran all size, sangat disarankan untuk mencoba helm secara langsung agar kita tahu helm tersebut sudah pas atau belum dikepala.


Panduan
Mengukur lingkar kepala


BACA : Cara Mengukur Lingkar Kepala Agar Kita Tahu Ukuran Helm yang Pas


Ada banyak panduan mengenai cara menemukan ukuran helm yang sesuai dengan bentuk kepala yakni mengukur lingkar kepala dengan meteran kain, caranya:


  1. Gunakan meteran kain, jika tidak ada, bisa memakai tali (nanti tinggal ukur saja panjang tali memakai penggaris untuk mendapatkan berapa ukurannya)
  2. Ukur lingkar terlebar kepala dengan melilitkan meteran
  3. Jika sudah mendapatkan ukurannya, tinggal mencocokkan dengan tabel ukuran helm yang ingin kita beli


 Tabel Ukuran Helm KYT NFJ
 XS  S  M  L  XL  XXL
 53-54 Cm  55-56 Cm  57-58 Cm  59-60 Cm  61-62 Cm  63 Cm


Misalkan ukuran lingkar kepala kita adalah 55, maka sesuai pada tabel ukuran di atas, ukuran helm yang pas untuk kita pakai adalah S.


NOTE : Mohon table ukuran di atas tidak dijadikan patokan karena setiap merk helm berbeda-beda. Untuk mendapatkan table ukuran dari merk yang kita inginkan, anda bisa mencarinya disitus resmi helm tersebut pada bagian spesifikasi.


BACA : Daftar Situs Resmi Merk Helm Seluruh Dunia Lengkap


Komponen helm


BUSA PIPI (CHEEK PAD)


Busa pipi adalah bagian di dalam helm yang berfungsi sebagai bantalan pipi. Bantalan pipi bertugas menahan bagian pipi atau wajah. Bantalan wajah juga berfungsi sebagai peredam jika terjadi benturan. Agar nyaman, bantal pada pipi bukan hanya dibuat tebal tetapi juga dibuat dari bahan yang empuk. 


Agar terlihat lebih rapih dan cantik, busa pipi dilapisi dengan kain yang lembut. Biasanya kain pelapis busa yang dipakai untuk helm, rata-rata berwarna gelap. Salah satu tujuannya agar tidak mudah terlihat kotor. Namun tak jarang produsen helm memakaikan kain berwarna terang seperti warna merah yang mencolok.


Ukuran busa pipi bisa berbeda, ada yang tebal dan tipis mengukuti ukuran helm. Jadi misalkan ukuran helmnya S, maka ukuran busa pipinya juga S. Apabila ukuran helmnya L maka ukuran busa pipi juga L. Tebal atau tipis busa pipi tergantung dari ukuran helm.


Jenis busa pipi (Cheek Pad) ada yang bisa dilepas pasang atau yang lebih kita kenal dengan istilah fitur removable cheek pad. Cara kerjanya ada yang memakai kancing benik, ada dengan sistem knock down.


Keunggulan busa pipi yang bisa dilepas pasang adalah mudah dibersihkan dan juga apabila busa sudah usang atau rusak, bisa diganti dengan mudah.


Komponen helm


KAIN ATAS HELM (CROWN PAD)


Agar lebih bagus, pas dan nyaman saat digunakan, bagian atas helm dilapisi dengan kain yang disebut crown pad. Bagian helm yang satu ini memiliki fungsi yang sama seperti busa pipi. Bahan material kain yang digunakan biasanya juga sama dengan kain pembungkus busa pipi.


Kriteria kain crown pad yang bagus biasanya memiliki tekstur yang halus dan lembut. Selain itu memilih helm dengan jenis crown pad yang dapat dilepas pasang juga sangat disarankan agar mempermudah dalam pembersihannya. Selain itu, apabila kain crown pad sudah rusak, dengan sistem lepas pasang menjadi lebih mudah diganti.


Cara kerja kain crownpad model lepas pasang sama seperti busa pipi, ada yang menggunakan sistem kancing, dan ada yang menggunakan sistem knock down. Material kancing yang dipakai ada dua jenis yakni plastik dan besi. Saat ini, jenis besi sudah mulai ditinggalkan karena kekurangannya yaitu bisa berkarat.


Komponen helm


TALI HELM (CHIN STRAP)


Tidak bisa dibayangkan, apabila helm yang anda pakai tiba-tiba terlepas dari kepala. Tali helm berperan sebagai sistem pengaman agar helm tidak lepas saat digunakan. Jenis tali helm untuk sepeda motor ada empat jenis yakni :


  1. Model Klik (Quick Buckle) : Cocok untuk helm harian, cukup aman dan mudah digunakan
  2. Quick Release : Praktis buat helm harian, aman dan lebih mudah digunakan dibandingkan model klik
  3. Double D Ring : Paling aman dari dua model di atas namun tidak praktis untuk helm harian (Tali helm standar untuk helm balap)
  4. Model Magnet (Fidlock) : Model yang paling praktis dari ketiga model di atas, sistemnya menggunakan magnet, paling cocok buat helm harian dan yang pastinya aman digunakan


Komponen helm
Jenis-jenis tali helm


BACA : Mengenal Fidlock, Sitem Tali Helm Canggih dan Praktis Dari Jerman


Tali helm adalah salah satu bagian yang ikut diuji standarnya. Tali helm akan ditarik ulur mengunakan sebuah mesin khusus, pengujian ini dilakukan dalam berapa tahap dengan tujuan untuk melihat kekuatan tali helm. 


Komponen helm


BUSA LEHER (NECK ROLL)


Helm terdiri dari komponen-komponen utama seperti shell, EPS, inner liner dan neck roll. Ketiga bagian ini memiliki satu fungsi utama yakni meredam benturan. Pada saat kecelakaan, bagian kepala adalah organ yang paling fatal, oleh sebab itu helm di rancang berlapis agar mampu menjaga kepala dari cedera parah akibat benturan dari kecelakaan tersebut.


Neck roll adalah bagian helm yang terletak di bawah, bentuknya seperti bantal leher yang berfungsi sebagai pelindung leher. Apabila terjadi kecelakaan dan helm membentur aspal, bagian neck roll akan meredam benturan pada bagian leher, semakin bagus helm dalam menahan benturan, semakin kemungkinan cedera yang di alami juga kecil.


Pada dasarnya helm tidak dapat menghindarkan kita dari kecelakaan, namun dengan memakai helm, efek benturan yang terjadi akibat benturan di kepala dapat diminimalisir sehingga kepala terlindungi dari cedera yang lebih parah.


Fitur pada neck roll sendiri ada yang bisa dilepas dan ada yang tidak. Untuk yang bisa dilepas biasanya menggunakan sistem knock down atau di tarik. Kelebihan lain dari busa leher yang bisa dilepas ini tentunya dapat dicuci atau mudah dibersihkan.


Tidak perlu heran jika helm anda tidak memiliki neck roll, sebenarnya semua helm memiliki neck roll, hanya saja, ada yang terpisah dan ada yang langsung menyatu dengan busa pipi. Biasanya neck roll yang terpisah sering dijumpai pada helm-helm yang tipe nya open face.


Komponen helm


INNER CHIN GUARD


Inner Chin Guard merupakan salah satu komponen helm yang letakknya berada di balik chin bar atau chin bar bagian dalam. Terbuat dari bahan yang keras, Inner chin guard berfungsi sebagai pelindung mulut dan dagu untuk meredam benturan yang terjadi disekitar area mulut dan dagu. Bagian ini memiliki tekstur yang keras tapi tidak seperti kerasnya plastik cangkang helm.


Bobotnya ringan seperti gabus, inner chin guard memang bukan tipe bagian yang bisa bongkar pasang melainkan menempel secara permanen yang ditempelkan dengan cairan lem khusus.


Pada inner chin guard biasanya dirancang dengan canel atau lubang-lubang agar udara yang masuk melalui chin vent dapat dialirkan secara langsung ke dalam helm. Terkadang pada helm-helm tertentu, bagian ini juga jadi tempat peletakan tombol buka tutup ventilasi mulut.


Komponen helm


TIRAI DAGU (CHIN CURTAIN)


Chin Vent atau tirai dagu membantu mencegah serangga atau kotoran naik melewati dagu dan masuk ke area visor. Di negara yang punya musim dingin, tirai dagu dapat berguna juga untuk membantu menahan udara dingin sehingga menjaga suhu di dalam helm tetap hangat. Selain itu, chin curtain juga berfungsi untuk menahan atau mengurangi volume angin yang masuk ke dalam helm yang sering menimbulkan suara berisik.


Posisi chin curtain berada di bawah dagu, pemasangannya dilakukan dengan cara menyelipkannya di sela-sela antara shell pada area chin bar dan inner chin guard. Biasanya sistem chin curtain dapat dilepas pasang dengan sistem knock down. Chin curtain tidak bisa dipasang disembarang helm, hanya bisa dipasang pada helm yang menyediakan fitur ini.


Komponen helm


PEREDAM BENTURAN EPS (GABUS HELM STYROFOAM)


EPS merupakan singkatan dari EXPANDED POLYSTYRENE, terkadang disebut Styrofoam. Helm bisa memiliki lebih dari 20 bagian komponen namun secara struktur, helm terbagi menjadi 5 komponen utama yakni, cangkang luar (outer shell), EPS, Inner Linner, Kaca, dan tali.


Komponen helm
4 Komponen utama pada helm


Biar lebih mudah dipahami, kita sebut saja sebagai gabus. Apakah gabus yang dipakai pada helm sama dengan gabus-gabus lain, seperti gabus pengaman yang sering kita jumpai di dalam kemasan barang elektronik kulkas atau tv misalnya?


Secara proses pembuatannya cukup mirip tapi EPS yang digunakan pada helm memiliki kualitas yang lebih tinggi. EPS dibuat dari biji polistiren kecil (berukuran 0,5 hingga 1,5 milimeter) yang dimasukkan ke dalam cetakan dan diberi uap serta zat peniup yang disebut pentana. Biji-biji polistiren kemudian mengembang hingga 40 kali ukuran aslinya, kemudian menyatu menjadi massa padat yang berbentuk sesuai cetakan.


Komponen helm


KOMPONEN-KOMPONEN HELM LAINNYA


Selain 22 komponen di atas, masih ada 6 komponen lagi yang ada pada helm yaitu:


  1. TOPI HELM (PEAK) : Pada helm moto cross, peak berfungsi sebagai pelindung pasir lumpur
  2. KACAMATA (INNER SUN VISOR) : Helm dua kaca, memiliki kacamata di dalamnya yang disebut inner sun visor. Fungsinya adalah sebagai pelindung mata dan anti silau
  3. KUPING HELM (SIDEPOD) : Fungsinya sama seperti rachet yakni sebagai pengunci kaca, hanya saja sistem sidepod ada yang memakai baut dan ada juga yang quick release
  4. ANTI MALING (ANTI THEFT SYSTEM) : Bagian helm yang satu ini bisa dikatakan fitur tambahan. Fungsinya adalah untuk mengunci helm agar tidak dimaling
  5. TUAS SUN VISOR (QUICK VISOR CHANGE) : Tuas sun visor berfungsi untuk menggerakkan kacamata (Sun Visor) pada helm dua kaca
  6. KANCING TEKAN : Kancing tekan yang dibahas ini adalah kancing untuk dudukan kaca helm retro / vintage. Berfungsi sebagai tempat memasang kaca helm retro