,

Komponen-komponen Helm dan Fungsinya

Jundi Alfaruqi
29 Des 2021, 10:23 WIB Last Updated 2021-12-29T05:00:26Z
Bagian utama helm
Komponen utama helm terdiri dari 5 bagian


Helm adalah alat keselamatan yang berfungsi untuk pelindung kepala. Secara umum helm dibagi menjadi 5 komponen utama yakni, SHELL (BATOK), EPS (GABUS), Inner liner (Lapisan dalam), Visor (Kaca), dan chinstrap (tali helm).


Kelima komponen tersebut saling berkaitan dan memiliki fungsinya masing-masing. Contohnya kaca, kaca berfungsi untuk melindungi wajah dari berbagai bahaya di jalan seperti batu, debu, serangga, air hujan dan lainnya. Saat terjadi kecelakaan, kaca juga akan melindungi wajah kita dari benturan yang dapat membahayakan keselamatan.


Selain kaca, masih ada empat komponen lagi yang memiliki tugasnya masing-masing. Setiap komponen tersebut juga memiliki material yang berbeda namun dengan tujuan yang sama yakni melindungi kepala dari cedera yang dapat membahayakan keselamatan saat berkendara. Berikut ulasan lengkap mengenai Komponen-komponen pada helm


SHELL (BATOK)


Batok atau cangkang adalah komponen terluar pada helm yang berfungsi sebagai pemeran utama dalam menjaga keselamatan kepala. Saat terjadi benturan, bagian batok akan menjadi benteng pertama yang melindungi kita, oleh sebab itu, batok helm harus terbuat dari material yang kuat, tidak mudah pecah, tidak terbuat dari metal, dan tahan panas.


Material batok untuk helm secara umum terbuat dari bahan plastik. Jenis plastik yang digunakan ada beragam tingkat kekuatannya. Untuk helm standar yang sering kita jumpai di jalanan, rata-rata memakai jenis ABS. Rata-rata helm bahan ABS dijual 80rb hingga 300 ribuan.


Bahan material helm yang paling mahal adalah carbon. Material carbon punya sifat yang lebih kuat dibanding material helm lainnya. Meterial ini juga memilik bobot paling ringan. Material carbon banyak digunakan pada helm-helm balap yang harganya bisa mencapi puluhan juta rupiah contohnya seperti AGV Pista GP RR, Arai RX-7X SRC, dan lainnya. 


Karena kelebihan yang dimiliki helm berbahan carbon, tak jarang helm ini sering dipakai untuk balapan dan kegiatan olahraga berkendara ekstrim. 


Selain ABS dan carbon, material lainnya yang biasa digunakan adalah thermoplastic, fiberglass, dan kevlar.


Bentuk batok helm terbagi menjadi dua ukuran yakni asian fit dan euro fit atau bentuk oval dan long oval. Apa perbedaan antara asian fit dan euro fit? Yuk Baca pembahasan kami tentang Perbedaan Euro Fit dengan Asian Fit Pada Helm.


EPS (GABUS) 


EPS merupakan lapisan kedua setelah lapisan batok. EPS singkatan dari EXPANDED POLYSTYRENE. Jika dilihat secara kasat mata, bentuk EPS terlihat seperti gabus yang sering kita lihat dalam pembungkus barang elektronik seperti kulkas, tv, atau mesin cuci. 


Secara proses pembuatannya cukup mirip tapi EPS yang digunakan pada helm memiliki kualitas yang lebih tinggi. EPS dibuat dari biji polistiren kecil (berukuran 0,5 hingga 1,5 milimeter) yang dimasukkan ke dalam cetakan dan diberi uap serta zat peniup yang disebut pentana. Biji-biji polistiren kemudian mengembang hingga 40 kali ukuran aslinya, kemudian menyatu menjadi massa padat yang berbentuk sesuai cetakan.


Apabila terjadi kecelakaan dan terjadi benturan pada kepala pengendara yang memakai helm, EPS bertindak sebagai peredam benturan, sehingga benturan yang masuk menjadi menjadi lebih sedikit, dengan begitu cedera yang mungkin bisa sangat parah dapat dihindari. 


INNER LINER (LAPISAN DALAM)


Lapisan dalam dalah adalah bagian yang sering kita lihat seperti kain. Sering disebut busa, bagian helm yang memiliki tekstur lembut ini berfungsi agar helm nyaman digunakan. Bayangkan jika helm tidak memiliki busa, hanya shell dan EPS, rasanya pasti tidak akan nyaman.


Kain atau lapisan yang lembut ini disebut inner liner, ada juga yang menyebutnya comfort liner. Inner liner dibagi menjadi tiga yakni, busa atas (crown pad), busa pipi (cheek pad), dan busa leher (neck roll).


Ketiga bagian tersebut dipasang secara terpisah. Sistem nya sendiri ada yang bisa dilepas pasang dan ada yang tidak. Jika bisa dilepas, biasanya menggunakan sistem kancing benik (kancing tempel), ada juga sistem knock down (ditarik). 


Jenis kain yang dipakai ada beberapa macam, ada yang sifatnya lembut dan menyerap keringat, ada juga yang berpori-pori dapat mencegah bakteri dan lain-lain. Untuk dikatahui ukuran busa mengikuti ukuran pada helmnya. 


VISOR (KACA)


Seperti yang disebutkan di awal, visor pada helm berperan sebagai pelindung wajah dari debu, kerikil, serangga, air hujan atau lainnya. Visor atau kaca juga melindungi wajah dari benturan.


Oleh sebab itu, visor haruslah terbuat dari bahan yang kuat, tidak mudah pecah. Untuk bahan material, biasanya terbuat dari polycarbonate. Sementara jenisnya terbagi menjadi dua yakni visor datar dan visor cembung.


Visor-visor tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pada visor datar, kita bisa memasang tear off pada helm. Selain itu visor datar juga menambah kesan cakep untuk si pemakainya.


Selain jenis, visor juga memiliki warna. Terbagi menjadi empat warna dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing berikut ulasan lengkapnya: 


  1. Clear (Bening) : Terlihat tembus jika dilihat dari luar, sangat cocok dan tidak membahayakan dipakai pada malam hari namun tidak nyaman dipakai pada siang hari.
  2. Smoke (hitam 40-50%) : Warna visor hitam dengan tinggkat kegelapan mencapai 50%, masih cukup terang dipakai pada malam hari, cocok juga untuk siang hari tapi tidak terlalu memantulkan sinar matahari sehingga silau masih terasa.
  3. Dark Smoke (hitam 100%) : Warna visor hitam pekat dengan tingkat kegelapan hingga 100%. Tidak terlihat jika dilihat dari luar. Warna hitam cocok untuk semua jenis helm. Tidak disarankan memakai kaca ini pada malam hari karena membahayakan keselamatan.
  4. Iridium : Iridium memiliki beberapa warna lagi yakni iridium silver, blue (biru), gold (emas), dan rainbow (pelangi). Kaca iridium memiliki lapisan warna yang terbuat dari bahan khusus. Kaca ini sangat cocok dipakai pada siang hari yang panas, namun sangat tidak disarankan untuk pemakaian pada malam hari. Selain memantulkan silau matahari, juga menambah kesan cakep pada helm, terlihat lebih keren dan sporty.


BACA : Cara Membersihkan Visor Iridium Yang Baik dan Benar Agar Tidak Rusak


CHINSTRAP (TALI HELM)


Untuk mengikat helm dikepala agar tidak lepas terbawa angin, helm dilengkapi dengan chinstrap atau tali. Pada saat terjadi kecelakaan, komponen yang satu ini berperan sebagai pengaman agar helm tidak terlepas sehingga bisa melindungi kepala. 


Dari semua komponen yang sudah kita sebutkan sebelumnya, meskipun helm yang kita pakai terbuat dari bahan yang mahal sekalipun, tanpa adanya tali helm ini atau jika tali helm tidak dipasang dengan baik dan benar maka semuanya akan percuma. Helm tidak bisa menjalankan tugasnya secara penuh dan maksimal dalam menjaga keselamatan kepala pengendaranya jika cara menggunakannya sendiri masih salah dan tidak sesuai standar.


Berdasarkan jenis penguncinya, tali helm terbagi menjadi empat jenis yakni :


  1. Quick Buckle (Model Klik) : Bentuknya secara fisik lebih didominasi oleh besi. Cara menggunakannya cukup mudah, terdapat tuas dibagian pengunci yang dapat digeser kebelakang untuk membuka, sedangkan untuk mengunci, tinggal mendorong pengait ke dalam hingga terdengar bunyi klik.
  2. Microlock : Sering disebut quick release atau micromatric, adalah jenis tali yang cara membukanya dengan dicongkel. Model yang satu ini paling banyak dijumpai di pasaran. Selain lebih praktis dibanding model quick buckle, microlock juga lebih tahan dan tidak berkarat karena bahannya lebih banyak terbuat dari plastik.
  3. Double D Ring : Jenis tali helm yang paling aman dari semua jenis tali helm lainnya. Saking amannya, tali jenis ini adalah tali standar untuk helm balap atau helm lainnya yang diperuntukkan bagi pengendara dengan rutinitas berkendara yang ekstrim atau berbahaya.
  4. Fidlock : Mungkin banyak yang belum tau dengan jenis tali yang satu ini. Fidlock merupakan jenis penguncian yang memakai sistem magnet, cara kerjanya menerapkan magnet. Fidlock merupakan sebuah merk dalam industri penguncian termasuk tali pangait helm. Namun jenis tali fidlock masih jarang kita temukan khususnya pada helm-helm merk lokal. 

Dari keempat tali tersebut, mana yang terbaik? Semua tergantung penggunaan masing-masing. Jika berkendara untuk bersantai, atau untuk sekedar jalan-jalan, menurut kami microlock pilihan yang paling tepat, mudah dan praktis digunakan.


Namun jika rutinitas berkendara yang dilakukan sangat beresiko dan berbahaya seperti balapan misalnya, memilih helm dengan tali Double D Ring adalah yang terbaik, lebih aman dan kuat.


Dari lima komponen yang telah kami bahas, komponen-komponen tersebut bisa terpecah hingga 20 an lebih. Oleh sebab itu, kami telah membuat pembahasan khusus tentang 28 Bagian-bagian Helm Lengkap Beserta Nama dan Fungsinya yang mungkin menarik untuk anda baca.