Kelebihan dan Kekurangan Double D Ring (DD Ring)
Cari Berita

Advertisement

Kelebihan dan Kekurangan Double D Ring (DD Ring)

Kotak Helm
Minggu, 16 September 2018

Pengikat Double D Ring adalah salah satu model tali pengikat helm yang memiliki tingkat keamanan paling tinggi yang bisa anda jumpai pada helm sepeda motor kebanyakan saat ini.

Meskipun teknologi yang digunakan oleh DD Ring tidak se canggih micrometrik dan se simple quick, namun DD Ring memiliki tingkat keamanan yang lebih terjamin. Bahkan DD Ring merupakan standar yang dipakai untuk tali pengikat helm kelas dunia seperti AGV Pista GP-R Carbon, Shoei X-Fourteen, dll.

DD Ring Strap

DD Ring terdiri dari dua ring logam, tali pengikat akan melawati lubang pada ring tersebut kemudian berputar keatas lalu masuk ke ring pertama, dan setelah mengencangkan ikatan, tali pengikat naik lagi ke atas lalu dikacing pada lubang kancing.

Jika anda belum pernah menggunakan DD Ring sebelumnya, berikut adalah panduan langkah demi langkah tentang cara mengikat DD Ring:

1. Dorong ujung tali ke dalam lubang ring.
Cara mengikat DD Ring Step 1

2. Buka D Ring, putar ujung tali ke ujung dan dorong kembali ke D ring pertama.
Cara mengikat DD Ring Step 2

3. Sekarang tarik talinya. Ini membuat D-ring saling menarik dan tali akan terikat kuat.
Cara mengikat DD Ring Step 3

4. Yang terkahir adalah kacing tali pada lubang kancingnya.
Cara mengikat DD Ring Step 4


DD Ring adalah pengikat helm dengan bentuk yang terlihat sangat sedarhana namun sangat bisa dihandalkan untuk masalah safety. Pengikat ini mempunyai mekanisme yakni semakin ditarik akan semakin kuat. Berbeda dengan Micrometrik atau Quick yang terbuat dari benda padat yang bisa rusak, patah, atau hancur.

Untuk membuka DD Ring juga sangat mudah. Saat ini kebanyakan DD Ring sudah dilengkapi dengan katup penarik yang biasanya berwarna merah. Anda cukup menarik bagian tersebut ke bawah maka DD Ring akan terlepas.

Kelebihan DD Ring:


  • Komponen yang kuat & andal
  • Tanpa batas dan mudah disesuaikan


Kekurangan DD Ring:


  • Penggunaan tidak mudah (ribet).
  • Perlu penyesuaian untuk mendapatkan ikatan yang pas.


Mungkin anda akan jarang menemukan model DD Ring ada di helm buatan Indonesia, namun anda akan banyak menemukan DD Ring pada helm yang lulus standar ECE dan DOT.

Namun jika anda merasa kesulitan dengan DD Ring, anda dapat memilih helm menggunakan model micrometric yang penggunaannya lebih mudah.