Iklan

,

MGPA Soal Kasus "Unboxing" Kargo Motor Ducati : Sudah Selesai, Ducati : Tak Sabar Ke Indonesia

Jundi Al Faruqi
12 Nov 2021, 09:56 WIB Last Updated 2021-11-12T09:20:02Z
MGPA Soal Kasus "Unboxing" Kargo Motor Ducati
Isi screenshot twitter Aruba.it Racing - Ducati : Soal kargo motor mereka yang dibuka oleh diduga oknum MGPA.

Heboh kasus unboxing ilegal motor Ducati jelang WSBK Mandalika. Pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) buka suara, insiden itu sudah selesai!


Kabar itu pertama dirilis oleh media Jerman, Speedweek. Pihak Ducati mengetahui bahwa Kargo motor milik rider pabrikan Michael Rinaldi sudah terbuka. Speedweek mendapatkan video dari korespondennya di Indonesia.


Terlihat seorang pria yang membuka peti kargo, lalu berpose dengan motor Ducati tersebut. Aturannya jelas, kargo yang didatangkan tidak boleh sembarangan dibuka demi mencegah spionase dan tindakan manipulasi, juga terkait dengan standar keamanan dan keselamatan rider.


SEBELUMNYA : Klarifikasi Youtuber Soul Kota Lombok Soal "Unboxing" Ducati WSBK Mandalika


Kepala Operasi Olahraga Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Dylan Dilato dalam wawancara dengan detikSport, Kamis (11/11) menjelaskan kalau masalah itu sudah selesai. Pihak Ducati sudah menerima permintaan maaf atas insiden yang dilakukan oleh oknum.


"Pihak Ducati sudah memaafkan, sudah selesai semuanya dan tidak ada masalah lagi," terangnya.


Lebih lanjut, Dylan menjelaskan kalau motor Ducati yang akan berlaga di World Superbike (WSBK) Mandalika tersebut dalam keadaan baik. Tidak ada bagian yang rusak atau semacamnya.


"Tidak ada bagian (motor) yang rusak atau sebagainya, kondisinya masih baik," jelasnya.


"Itu mereka buka dan hanya berfoto," lanjutnya.


Lebih lanjut, Dylan Dilato menegaskan kalau insiden seperti itu merupakan unsur ketidaksengajaan karena ketidaktahuan. Dirinya mengungkapkan, bisa saja euforia masyarakat menyambut WSBK Mandalika begitu besar, sehingga kurangnya edukasi kalau ada SOP khusus mengenai ajang balap level dunia.


"Jadi, ada unsur ketidaksengajaan karena ketidaktahuan," ujarnya.


Kini, masalah unboxing kargo Ducati jelang WSBK Mandalika sudah usai. Pihak panitia dan pihak Ducati sama-sama sudah menyelesaikan masalah. Pabrikan motor asal Italia pun sudah menerima permintaan maaf dan kasus ditutup.


"Ducati case closed, barang nggak rusak dan nggak hilang. Kami berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi," tutupnya.


WSBK Mandalika seharusnya dilangsungkan 12-14 November, tapi diundur menjadi 19-21 November 2021 dan merupakan seri pamungkas dari 13 balapan musim ini.


Hal ini karena adanya pertimbangan logistik dan juga pengiriman barang. Selain itu balapan ini diundur bukan hanya karena faktor teknis namun juga agar pelaksanaannya tidak bersamaan dengan final MotoGP yang berlangsung di Valencia.


Ducati Lupakan Masalah Unboxing


Aruba Ducati tak mau memusingkan lagi persoalan unboxing kargo motor di Bandara Lombok. Pabrikan Italia itu tak sabar balapan di Indonesia.


Kabar tidak menyenangkan viral menjelang gelaran World Superbike (WSBK) Mandalika. Kargo motor Ducati milik rider pabrikan Michael Rinaldi terbuka sebelum balapan dan menjadi konten di Youtube.


Kargo logistik para peserta WSBK sedianya hanya boleh dibuka oleh otoritas kepabeanan negara setempat dan tim pemilik kargo. Tidak sembarangan orang bisa membukanya, termasuk pihak panitia lokal. Kargo logistik para peserta WSBK hanya boleh dibuka oleh otoritas kepabeanan negara setempat dan tim pemilik kargo.


Hal itu demi mencegah spionase dan manipulasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab, juga terkait dengan standar keamanan dan keselamatan rider.


Alhasil, tindakan ceroboh dan memalukan dari panitia lokal ini dihujat oleh masyarakat Indonesia karena dianggap sudah mencoreng nama baik negara.


Dalam perkembangannya, pihak Bea dan Cukai Bandara Praya Lombok menyebut aksi itu dilakukan sebagai bagian dari SOP setiap ada kedatangan kargo dari luar negeri. Tapi, pembuat video tersebut mengakui kesalahannya terkait ketidaktahuan soal larangan mempublikasikan foto serta video sebelum balapan.


Pihak Ducati diisukan marah besar dan mengaku mendapat kabar bahwa oknum tersebut sudah dipecat.


Tak mau masalah ini menjadi berkepanjangan, tim Aruba Racing Ducati segera mengklarifikasinya. Mereka membantah sudah memberika komentar terkait masalah ini dan cuma mau fokus menghadapi balapan di Mandalika 20-21 November.


"Terkait apa yang terjadi di sirkuit internasional Mandalika, Aruba Racing - Ducati team ingin mengklarifikasi bahwa kami belum membuat pernyataan apapun," ujar pernyataan resmi Aruba Racing di akun twitternya.


"Satu-satunya yang ingin kami katakan adalah: Kami tak sabar membalap di Indonesia (tanda hati),"



Aruba.it Racing-Ducati menempatkan pebalapnya Scott Redding di posisi ketiga klasemen dengan 465 dan dipastikan tidak bisa jadi juara. Pebalap lainnya Michel Ruben Rinaldi di posisi keempat dengan 278 poin.