Ads

,

Ads

Aturan Penggunaan Klakson Motor yang Benar Sesuai Peraturan Pemerintah dan Etika Berkendara

Jundi Alfaruqi
17 Feb 2026, 00:17 WIB Last Updated 2026-02-16T17:17:40Z

Ilustrasi aturan penggunaan klakson motor sesuai peraturan pemerintah

 

Pernah nggak, lagi berhenti di lampu merah, baru hitungan detik lampu hijau menyala, langsung terdengar klakson bersahut-sahutan dari belakang? Atau saat macet panjang, suara klakson justru makin bikin suasana panas.

Padahal, klakson motor bukan alat pelampiasan emosi. Fungsinya sederhana tapi penting: alat komunikasi antar pengguna jalan untuk menjaga keselamatan.

Di situasi tertentu, klakson bisa jadi penyelamat. Misalnya:

 

  • Saat hendak mendahului kendaraan lain.
  • Ketika melewati tikungan dengan blind spot.
  • Memberi tanda keberadaan ke pejalan kaki atau pengendara lain.

 

Masalahnya, banyak yang memakai klakson bukan untuk keselamatan, tapi karena tidak sabar. Akhirnya, fungsi utamanya jadi bergeser.

 

Aturan Penggunaan Klakson Sesuai Peraturan Pemerintah

 

Penggunaan klakson sebenarnya sudah diatur jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan, khususnya Pasal 71 ayat 1 dan 2.

Intinya:

  • Klakson hanya boleh digunakan jika diperlukan untuk keselamatan lalu lintas.
  • Boleh digunakan saat melewati kendaraan bermotor lainnya.
  • Dilarang digunakan di tempat tertentu yang sudah diberi rambu larangan.
  • Bunyi klakson harus sesuai persyaratan teknis dan standar keamanan.

 

Artinya apa?

  • Klakson dengan suara berlebihan atau hasil modifikasi ekstrem tidak dibenarkan.
  • Menggunakan klakson sembarangan bisa dianggap melanggar aturan.
  • Jadi, ini bukan sekadar soal sopan santun. Ada dasar hukumnya.

 

Etika Penggunaan Klakson yang Perlu Diperhatikan

 

Selain aturan hukum, ada etika sederhana yang sering diabaikan:

 

1. Jangan bunyikan klakson saat macet

Macet bukan karena kendaraan depan sengaja berhenti. Membunyikan klakson tidak akan membuat jalan lebih cepat lancar. Justru bisa memicu emosi.

 

2. Hindari menekan klakson berulang-ulang

Cukup satu atau dua kali jika memang perlu. Menekan lama atau berkali-kali hanya menambah kebisingan.

 

3. Bersabar saat lampu baru hijau

Beri waktu pengendara di depan untuk bersiap. Tidak semua orang bereaksi dalam sepersekian detik.

 

4. Jangan gunakan klakson di area rumah sakit

Suara keras bisa mengganggu pasien dan berisiko pada kondisi kesehatan mereka.

 

Klakson Motor Bukan Sekadar Tombol, Tapi Tanggung Jawab

 

Cara kita membunyikan klakson mencerminkan kedewasaan saat berkendara.

 

Kalau digunakan dengan benar:

 

  • Bisa mencegah kecelakaan.
  • Mengurangi konflik di jalan.
  • Membantu menciptakan lalu lintas yang lebih tertib.

 

Sebaliknya, penggunaan berlebihan hanya menambah stres dan kebisingan.

 

Jadi sebelum menekan tombol klakson, coba tanya satu hal sederhana:

 

Ini benar-benar untuk keselamatan, atau cuma karena tidak sabar?

 

Dari situ, biasanya jawabannya sudah jelas.