,

Ads

Perbedaan Kode ECE dan ECE 22.05 Pada Helm

Jundi Alfaruqi
24 Jun 2022, 16:49 WIB Last Updated 2022-06-24T10:10:30Z

Pemahaman tentang helm yang harus kita ketahui itu bukan hanya sekedar desainnya keren, nyaman dipakai, harganya pas, bukan, bukan itu saja.


Lebih jauh dari itu banyak hal-hal penting lain yang perlu untuk kita pahami, salah satunya adalah soal kualitas dan standar keamanan helm itu sendiri.


Kita tau, merk helm yang dijual dipasaran itu ada banyak. Merk lokal ada KYT, GM, NHK, RSV, merk luar ada Shark, AGV, SHOEI, BELL, HJC, Arai dan sebagainya.


Banyak merk artinya banyak juga produsennya atau pembuatnya. Nah, gimana caranya mengontrol kualitas helm yang begitu banyak ini?


Kan tidak mungkin produsen helm bikin helm dengan berbagai macam bentuk dan model terus ketika helm nya udah jadi main langsung-langsung jual di pasaran tanpa ada kontrol kualitas atau standar nya.


Kalau seperti itu, tentu kualitas nya dipertanyakan dong, ini standar nya apa? materialnya gimana? kuat atau tidak? aman atau tidak? 


Terus kalau terkena benturan, sejauh mana efeknya, cedera seperti apa yang dialami? separah apa kemungkinan cedera nya? 


Terus juga kalau jatuh, pelindung kacanya bakal lepas atau pecah? kalau pecah, seperti apa pecahannya? bisa membahayakan mata atau tidak? 


Terus lagi kualitas talinya seperti apa? ini bisa menahan beban seberapa berat? kalau kena gesekan apa yang terjadi? kalau misalkan pengendara mengalami kecelakaan dalam kecepatan sekian-sekian, talinya lepas atau tidak?


Dan masih banyak lagi hal-hal lainnya dalam menentukan bagaimana standar kekuatan helm tersebut. 


Pertanyaannya sederhana, jika tidak ada standar dan pengujian, bagiamana kita tau seperti apa kualitas helm tersebut?


Lagi-lagi ini sangat penting karena dampaknya ke depan akan menyangkut kepersoalan yang lebih fatal lagi, bahkan bisa merugikan kita sebagai konsumen. Apalagi ini menyangkut masalah keselamatan bahkan nyawa.


Walaupun perusahaan helm itu sebenarnya punya quality control-nya sendiri, bahkan tim riset yang sangat memadai juga mereka punya yang ahlinya dibidang itu, tetap saja harus ada lembaga khusus yang dapat mengawasi dan menseragamkan.


Selain untuk memantau kualitas suatu produk, lembaga standar juga bertujuan untuk mengantisipasi peluang kecurangan-kecurangan yang bisa saja dilakukan oleh produsen helm nakal.


Misalkan untuk keamanannya, material helm itu harus terbuat dari bahan yang kuat, bukan dari metal, tidak meleleh ketika terkena panas dalam tingkat tertentu. 


Tentu dengan adanya aturan ini, para produsen helm tidak bisa sembarangan dalam memilih bahan atau material untuk produknya. 


Mereka harus mengikuti pedoman standar yang dibuat oleh lembaga standarisasi tersebut.


Itulah kenapa perlu adanya badan standarisasi, yakni untuk pengecekkan dan pengujian apakah helm yang dibuat oleh perusahaan tersebut sudah layak, belum layak, atau tidak layak sama sekali. 


Salah satu badan standarisasi helm yang kita kenal namanya ECE atau singkatan dari Economic Commission for Europe.


ECE dibentuk oleh PBB pada tahun 1958. Standar ini dipakai untuk standarisasi helm yang ada di Eropa, artinya jika ada helm yang ingin dipasarkan di Eropa harus mendapatkan izin dari ECE.


Untuk mendapatkan izin ECE tentu tidak mudah, banyak persyaratan dan banyak proses pengujian yang harus dilalui. Sampai helm itu mendapatkan hasil dan dinyatakan lolos uji standar barulah bisa dipasarkan.


Jika belum, maka harus diperbaiki lagi sampai hasilnya memenuhi persyaratan dan lolos pengujian.


Aturan-aturan yang ada di dalam persyaratan helm berstandar ECE itu sendiri dibuat oleh PBB.


Kode ECE 22.05 Pada Helm


gambar kode ece 22.05 di helm arai chaser v dan artinya


Sewaktu kita membeli helm, jika kita memperhatikan secara teliti, selain disana terdapat merk dan motif, pasti akan menemukan juga stiker yang tertulis dalam bentuk kode, salah satunya yang cukup familiar adalah kode ECE dan ECE 22.05.


Kode ini menandakan bahwa helm tersebut, baik pengujian kualitas dan kekuatannya sudah di sertifikasi oleh ECE.


Kalau cuma gitu doang, kan bisa aja cetak stiker ECE sendri lalu tempel sendiri?


Secara logika mungkin bisa, tapi secara hukum sangat tidak diperbolehkan dan melanggar hukum.


Kasus pemalsuan logo sertifikasi ini banyak terjadi dan sempat dialami oleh salah satu brand helm yang cukup ternama di Indonesia, yang sempat berkasus karena masalah pemasangan sertifikasi helm secara ilegal.


Akhirnya, brand tersebut kena teguran dari lembaga sertifikasi, disuruh mencopot dan menarik semua helmnya yg sudah beredar dipasaran, dikenakan sanksi dan di blacklist.


Namun kasus tersebur saat ini sudah selesai ya, sudah clear semuanya.


Apa itu ECE 22.05? kenapa ditulis 22 dan 05 dibelakangnya?


22 adalah angka yang menandakan regulasi yang dipakai, yakni peraturan No. 22, sedangkan 05 mengacu pada amandemen khusus pada peraturan.


Yang namanya regulasi pasti isinya aturan, jadi regulasi 22 ini berisi aturan atau pedoman yang menyangkut hal-hal bagaimana helm dan part-partnya yang sesuai dengan standar yang berlaku dalam hal ini ECE.


Peraturan ECE No. 22-05 tahun 2019 meliputi : 


  1. Ruang Lingkup
  2. Definisi
  3. Permohonan persetujuan
  4. Tanda
  5. Persetujuan
  6. Spesifikasi umum
  7. Tes
  8. Laporan pengujian
  9. Kualifikasi produk
  10. Kesesuaian produksi dan tes rutin ISI
  11. Modifikasi dan perpanjangan persetujuan helm atau jenis visor
  12. Hukuman untuk ketidaksesuaian produksi
  13. Produksi pasti dihentikan
  14. Informasi untuk pemakai
  15. Ketentuan peralihan
  16. Nama dan alamat layanan teknis yang bertanggung jawab untuk melakukan pengujian persetujuan, dan departemen administrasi


Untuk isi rincian lengkap regulasi ECE No.22-05 bisa kalian baca di sini ( REGULATION NO. 22 UNIFORM PROVISIONS CONCERNING THE APPROVAL OF PROTECTIVE HELMETS AND OF THEIR VISORS FOR DRIVERS AND PASSENGERS OF MOTORCYCLES AND MOPEDS )


arti tulisa dan code E3 di tali helm Premier Vintage
Foto tulisan kode E3 di tali helm Premier Vintage


Helm yang telah disetujui ECE dapat dikenali dari label pada tali dagu, yang dinyatakan dalam huruf 'E' kapital dan diikuti dengan angka. Nomor atau angka menunjukkan di negara mana helm telah disertifikasi. Bukan berarti helm hanya bisa dipakai di negara itu saja, ini hanya untuk menunjukkan di lokasi mana helm tersebut diuji.


  • E1 : Jerman
  • E2 : Prancis
  • E3 : Italia
  • E4 : Belanda
  • E6 : Belgia
  • E11 : Britania Raya


Perbedaan Helm Bersertifikasi ECE


Pertanyaannya, jika semua helm mengikuti regulasi ECE atau bersertifikasi ECE, apakah itu artinya kualitas semua helm sama? misal helm harga 2 juta dengan harga 10 juta, apakah sama kualitasnya?


Kalau secara sertifikasi iya, tetapi dalam hal tingkat keamanan, tingkat perlindungannya tentu saja tidak. Itulah kenapa ada perbedaan harga, yang artinya ada perbedaan kualitas, "ada kualitas ada harga".


Faktornya bisa disebabkan oleh banyak hal, misalkan ada tambahan fitur seperti sun visor, atau adanya fitur untuk menambahkan intercom (intercom ready), fitur keamanan Emergency Quick Release, dll. 


Fakta yang perlu kita ketahui dan garis bawahi bersama adalah, ECE merupakan persyaratan minimum untuk tingkat keselamatan dan perlindungan yang diperlukan dari helm. Ingat ya, minimum.


Jika kita ibaratkan, ada dua buah mobil yang satu mobil murah dan ekonomis dilengkapi dengan sertifikasi MOT. Mobil murah ini mungkin sudah melewati beberapa uji tabrak, dan telah dinilai cukup aman untuk jalan-jalan Eropa, Bersertifikat, sehingga cukup aman.


Lantas apakah itu otomatis membuat mobil ini sama amannya dengan mobil mahal buatan Jerman atau Swedia keluaran terbaru, yang telah dijejali dengan fitur airbag dan sistem pelindung? Saya kira tidak demikian..


Sama halnya dengan helm, produsen helm ternama yang sudah terkenal dan memiliki reputasi yang baik, mereka akan menjaga reputasi tersebut, sehingga mereka mau menghabiskan banyak biaya dan waktu untuk meningkatkan kualitas keamanan produk helm mereka.