Klarifikasi KYT Soal Sertifikasi Helm MotoGP di Catalunya
Cari Berita

Advertisement

Klarifikasi KYT Soal Sertifikasi Helm MotoGP di Catalunya

Jundi Alfaruqi
Monday, 17 June 2019

Pecinta MotoGP di Indonesia dibuat bingung lantaran pebalap yang biasa menggunakan helm buatan Indonesia, KYT, mengenakan merek lain. Beredar kabar bahwa helm KYT yang dipakai Aleix Espargaro tidak lolos homologasi terbaru FIM.

FIM mengeluarkan regulasi atau standarisasi khusus helm yang dinamakan FIM Racing Homologation Programme (FRHP). Pada GP Catalunya, pebalap KYT di MotoGP terlihat tidak menggunakan helm KYT.

Aleix Espargaro terpaksa menggunakan helm lain di GP Catalunya karena masalah sertifikasi.(motogp.com)

BACA: Daftar 14 Helm yang Bisa Dipakai di MotoGP UPDATE 17 Juni 2019

Henry Tedjakusuma, Direktur PT Tarakusuma Indah, mengklarifikasi bahwa helm KYT bukannya tidak lolos homologasi terbaru dari FIM. Menurutnya, KYT hanya tersangkut masalah waktu dan birokrasi saja.

" Helm KYT sebenarnya sudah lolos homologasi atau regulasi terbaru FIM. Namun, kita baru mendapat sertifikat tersebut pada hari Kamis, 13 Juni 2019. Sementara hari Jumat, FIM libur. Label fisik dari sertifikasi yang harus dijahit di strap helm jadi tidak bisa dilakukan, karena keterbatasan waktu. Sehingga, terpaksa pebalap kami menggunakan helm lain untuk sementara," ujar Henry, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (15/6/2019).

Henry kembali menjelaskan, sertifikatnya sudah diumumkan dan diinformasikan di situs resmi FRHP. Namun, label fisik dari FIM ini belum sempat dijahit di helm. Sebab, label sertifikasi ini juga harus dijahit pada bagian chin strap helm.

BACA: Mengenal Ciri-ciri Helm Sudah Kedaluwarsa

Masalah keterlambatan ini menurut Henry karena proses birokrasi yang panjang juga di FIM. Selain itu, helm KYT SR-GP merupakan produk baru dan dibuat dari nol. Sehingga, tes uji kelayakan yang dilakukan cukup banyak.

Sebelum dites oleh FIM, helm yang dipakai di MotoGP harus lolos juga standar Eropa. Jika ada aspek yang tidak lolos saat pengecekan oleh FIM, produsen helm harus mengulang lagi uji kelayakan di Eropa. Meskipun, uji kelayakan di Eropa sudah lolos.

"Faktor lain yang membuat prosesnya lama adalah karena FIM menuntut setiap helm yang dipakai di MotoGP harus dites uji kelayakan, bahkan untuk setiap ukuran. Sementara, di MotoGP ada banyak pebalap yang menggunakan helm KYT, itu berarti ada banyak ukuran juga yang kami sediakan. Kami juga cukup idealis untuk membuat satu shell untuk satu ukuran," ujar Henry.

Hal ini juga berlaku untuk Andrea Dovizioso yang menggunakan helm Suomy. Sebab, Suomy dan KYT masih termasuk dalam satu aliansi.

Sumber: Kompas.com