Ads

,

Ads

Kenapa Helm Bikin Pusing? Ini Penyebab dari Helm dan Kaca Helm + Solusi Lengkapnya

Jundi Alfaruqi
14 Mar 2026, 03:06 WIB Last Updated 2026-03-13T20:06:40Z

pengendara motor merasa pusing saat memakai helm karena ukuran helm dan kaca helm yang tidak nyaman
 

Pernah tidak, baru pakai helm sebentar tapi kepala terasa berat, mata cepat lelah, bahkan sampai pusing? Banyak pengendara motor pernah mengalami hal ini.

Awalnya mungkin kita mengira penyebabnya karena capek atau kurang makan. Tapi setelah helm dilepas, rasa pusingnya justru berkurang. Jika ini sering terjadi, kemungkinan penyebabnya memang dari helm yang digunakan, baik dari bentuk helm, ukuran, ventilasi, hingga kaca helm (visor).

Secara ilmiah, ada beberapa faktor yang membuat helm bisa menyebabkan pusing saat berkendara

Penyebab Helm Bisa Bikin Pusing


1. Ukuran Helm Tidak Sesuai

Helm yang terlalu sempit akan memberi tekanan pada kepala, terutama di bagian pelipis dan dahi. Tekanan yang berlangsung lama dapat menyebabkan ketegangan otot kepala yang memicu sakit kepala.

Sebaliknya, helm yang terlalu longgar membuat kepala harus terus menahan posisi helm agar tidak bergerak. Ini membuat otot leher bekerja lebih keras dan akhirnya memicu rasa pusing.


2. Kualitas Busa Helm Kurang Baik

Busa atau padding pada helm berfungsi menyebarkan tekanan secara merata. Jika busa sudah keras, tipis, atau kualitasnya kurang baik, tekanan bisa terkumpul di satu titik kepala.

Akibatnya muncul pressure point yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan sakit kepala.


3. Distorsi Optik pada Kaca Helm

Visor helm yang kualitasnya rendah sering memiliki distorsi optik. Artinya permukaan kaca tidak benar-benar rata sehingga cahaya yang masuk ke mata sedikit berubah arah.

Hal ini membuat mata bekerja lebih keras untuk fokus pada objek di jalan. Dalam waktu tertentu, kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan visual yang memicu pusing.


4. Kaca Helm Tergores atau Buram

Goresan kecil pada visor bisa memantulkan cahaya secara tidak beraturan, terutama saat terkena lampu kendaraan atau sinar matahari.

Pantulan ini membuat mata sulit fokus dan dalam waktu lama bisa menyebabkan mata tegang dan sakit kepala.


5. Ventilasi Helm Kurang Baik

Helm yang ventilasinya buruk membuat udara di dalam helm menjadi panas dan pengap.

Udara yang kita hembuskan juga mengandung karbon dioksida (CO₂). Jika sirkulasi udara tidak baik, konsentrasi CO₂ dalam ruang helm bisa meningkat dan memicu rasa pusing ringan atau tidak nyaman.

Solusi Lengkap Agar Helm Tidak Bikin Pusing

Berikut beberapa solusi yang bisa dilakukan supaya helm lebih nyaman dipakai.

1. Pilih Ukuran Helm yang Benar

Ukuran helm yang tepat adalah faktor paling penting.

Cara mengukur ukuran kepala

Gunakan meteran kain lalu ukur lingkar kepala.

Langkahnya:

  1. Lingkarkan meteran sekitar 1–2 cm di atas alis
  2. Lewatkan meteran di atas telinga
  3. Ukur hingga ke bagian belakang kepala yang paling menonjol
  4. Catat hasilnya dalam centimeter
  5. Contoh ukuran helm umum:


Lingkar Kepala dan Ukuran Helm
54–55 cm = S
56–57 cm = M
58–59 cm = L
60–61 cm = XL


Cara mengecek helm sudah pas atau belum
Helm yang pas biasanya memiliki ciri:

  1. terasa sedikit ketat saat pertama dipakai
  2. tidak menekan dahi atau pelipis
  3. tidak mudah bergerak saat kepala digoyang
  4. pipi sedikit tertekan oleh busa helm
  5. tidak terasa longgar saat menoleh
  6. Jika helm terasa menekan di satu titik tertentu, kemungkinan bentuk helm tidak cocok dengan bentuk kepala.


Baca Juga : Cara Mengukur Lingkar Kepala Agar Kita Tahu Ukuran Helm Yang Pas


2. Pilih Helm dengan Busa yang Nyaman

Perhatikan bagian padding atau busa dalam helm.

Helm yang baik biasanya memiliki:

  1. busa lembut dan tebal
  2. tekanan merata di seluruh kepala
  3. busa pipi yang pas
  4. lapisan dalam yang bisa dilepas dan dicuci
  5. Jika busa sudah keras atau kempes, sebaiknya diganti atau gunakan helm baru.

 

3. Gunakan Kaca Helm Berkualitas

Kaca helm yang baik memiliki distorsi optik rendah, sehingga pandangan tetap natural.

Tips memilih visor yang baik:

  1. pilih visor jernih tanpa efek bergelombang
  2. pastikan tidak ada distorsi saat melihat garis lurus
  3. gunakan visor original dari merek helm
  4. hindari visor murah yang tidak jelas standar kualitasnya
  5. Visor berkualitas biasanya mengikuti standar keselamatan seperti SNI atau ECE.


4. Ganti Visor yang Sudah Banyak Goresan

Jika kaca helm sudah penuh goresan, sebaiknya diganti.

Ciri visor yang perlu diganti:

  1. banyak baret halus
  2. terlihat buram saat malam hari
  3. cahaya lampu terasa menyilaukan
  4. pandangan tidak jernih
  5. Visor baru biasanya langsung terasa lebih nyaman di mata.


5. Pilih Warna Visor yang Nyaman

Beberapa warna visor bisa mempengaruhi kenyamanan mata.

Pilihan paling nyaman biasanya:

  1. Clear (bening) – cocok untuk semua kondisi
  2. Light smoke – nyaman untuk siang hari
  3. Hindari visor yang terlalu gelap jika sering berkendara malam hari.


6. Pastikan Ventilasi Helm Berfungsi

Ventilasi yang baik membantu udara segar masuk ke dalam helm.

Ciri helm dengan ventilasi baik:

  1. ada ventilasi depan dan atas
  2. udara terasa mengalir saat berkendara
  3. tidak terasa pengap saat dipakai lama
  4. Jika ventilasi ditutup, udara di dalam helm bisa cepat panas dan memicu rasa tidak nyaman.


Kesimpulan

 

Helm yang bikin pusing bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti ukuran helm yang tidak pas, busa yang kurang nyaman, visor dengan distorsi optik, kaca helm yang tergores, hingga ventilasi yang buruk.

Dengan memilih ukuran helm yang tepat, visor berkualitas, dan helm dengan ventilasi baik, pengalaman berkendara bisa menjadi jauh lebih nyaman dan aman.

Helm bukan hanya soal keselamatan, tapi juga soal kenyamanan saat digunakan dalam waktu lama.